This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 Maret 2019

Inilah Tak Masuk Akal, Turnamen Ini Tetap Dilaksanakan Pssi, Bikin Aib Indonesia Di Mata Fifa

Ditengah pergelaran Piala Indonesia yang juga belum usai, PSSI justru memastikan tetap akan menggelar Piala Presiden di tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Joko Driyono dalam jumpa pers selepas Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/01/2019).

Ref pihak ketiga

“Piala Indonesia dan Piala Presiden semenjak ketika ini Exco PSSI melaksanakan komplikasi adaptasi sinkronisasi jadwal, dengan orientasi semoga kedua-duanya dapat terealisasi pada periode Januari sampai awal bulan April,’’ ujar laki-laki yang gres saja menjadi Ketua PSSI ini, ibarat dilansir dari goal.com(20/01/2019).

Keputusan PSSI untuk tetap melaksanakan turnamen PSSI ini dapat dikatakan tak masuk akal. Sebab PSSI dikabarkan mengundur jadwal kick off Liga 1 2019 sampai bulan Mei mendatang atau selepas Pemilu di bulan April.

Tentu pertanyaan muncul, jikalau jadwal Liga 1 dimundurkan kenapa penyelenggaran Piala Presiden tetap dilaksanakan? Tentu mengherankan bukan? dari pada ngotot tetap menyelenggarkaan turnamen Piala Presiden ada baiknya PSSI fokus untuk mengatur jadwal kompetisi Liga 1 2019 sebaik mungkin. Sebab dapat dikatakan hanya di Indonesia yang jadwal kompetisinya tak menentu kapan mau dimulai.

Apalagi turnamen Piala Presiden sering kali bukannya dijadikan persiap justru dianggap serius sekali dari kompetisi resmi. Tak ayal ada pemain yang terdepak dan cedera parah selepas mengikuti turnamen yang tahun kemudian dimenangkan oleh Persija Jakarta ini. Bahkan ada pula instruktur yang dipecat alasannya ialah timnya tampil jelek di ajang turnamen tidak resmi ini.

Kondisi ini terang bikin Indonesia aib di mata FIFA. Karena sepak bola kita tampak tidak professional dalam hal mengatur jadwal kompetisinya. Bahkan dapat dikatakan hanya di Indonesia yang liganya libur terlalu usang dan mengakibatkan ajang turnamen tidak resmi seakan suatu kompetisi yang harus dimenangkan dengan sungguh-sungguh.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4083104343953726?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTfRecServ&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=4083104343953726&platform=More&ws_short=0LPhyQrduJHv

Minggu, 10 Maret 2019

Inilah Seruan Kepada Pelatih, Tony Sucipto Tidak Mau Dimainkan Di Posisi Ini

Kembalinya Tony Sucipto ke pangkuan Persija Jakarta menjadikan pro dan kontra. Sang pemain menyampaikan tak bakal siap kalau nantinya harus melakoni sesuatu yang tak beliau bisa.

Ref pihak ketiga

Setelah diresmikan dan melakoni sesi latihan perdana bersama Persija Jakarta, Tony Sucipto terlihat biasa-biasa saja.

Dalam artian, tak ada gejala yang memperlihatkan bahwa Tony Sucipto gugup atau semacamnya sehabis kembali ke tim ibu kota.

Malah, laki-laki yang erat disapa Toncip itu amat enjoy menikmati hari-hari barunya bersama tim pujian The Jak Mania ini.

“Kalau pembiasaan enggak ada duduk masalah dengan teman-teman. Lagian juga menyerupai senior-senior di sini juga welcome," kata Toncip, kutip BolaSport.com dari laman resmi klub.

Namun, eks pemain Persib Bandung ini mengaku bakal amat keberatan kalau menerima sesuatu yang di luar kebiasaannya.

Kala itu, Toncip tengah berbincang mengenai posisi idealnya di atas lapangan.

Pemain kelahiran Surabaya ini mengaku siap kalau ditempatkan di mana saja, asal jangan penjaga gawang.

"Pelatih dikala memperlihatkan instruksi, di posisi mana saja saya siap. Asal jangan di kiper," ujar Toncip, seambil bergelak.

Terkait kepindahan Toncip sendiri, laki-laki 32 tahun ini tak ambil soal terkait polemik yang mengikutinya.

Menurutnya, dalam dunia sepak bola yang begitu dinamis ini kepindahan pemain dari satu tim ke tim lain yakni hal yang biasa, termasuk kalau melibatkan tim yang punya korelasi kurang baik.

"Sekali lagi, ini namanya sepak bola profesional. Delapan tahun di klub sebelumnya (Persib), kini di Persija."

"Memang ada pro dan kontra, tapi saya lebih menentukan fokus dan ambil positifnya saja," tuturnya mengakhiri.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2069812893835329?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=Tribunnews&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTfRecServ&comment_count=3&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=2069812893835329&platform=More&ws_short=7nngwbNW5q2R

Sabtu, 09 Maret 2019

Inilah Pssi 'Turun Tangan' Bantu 4 Pemain Anyar Persija Jakarta Di Liga Champions Asia

Kompetisi Liga Champions Asia akan segera berlangsung. Para petinggi klub yang akan terlibat kompetisi ini pun telah mendaftarkan sejumlah pemainnya termasuk Persija Jakarta.

Ref pihak ketiga

Melansir dari laman indosport.com (22/01/2019) Juara Liga 1 2018, Persija Jakarta, akan menghadapi babak kualifikasi Liga Champions Asia. Persija akan menjalani babak kualifikasi dengan bertandang ke markas Home United, Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa, 5 Februari 2019.

Tetapi, ada satu hambatan yang mungkin akan dihadapi oleh Persija Jakarta. Empat pemain gres klub asal ibukota ini, belum mempunyai International Transfer Certificate (ITC) alasannya PSSI belum membuka bursa transfer Liga Indonesia secara resmi.

Meski begitu, Persija Jakarta tetap menyertakan keempat pemain gres mereka adalah Jakhongir Abdumuminov, Bruno Matos, dan Vinicius Lopes Laurindo (Neguete), dan Ryuji Utomo yang sebelumnya memperkuat klub Thailand PTT Rayong ke dalam daftar 24 pemain yang akan berlaga di Liga Champions Asia.

PSSI selaku induk semang sepak bola Tanah Air pun turut prihatin dan 'turun tangan' berupaya menolong tim Macan Kemayoran terkait 4 pemain anyar dimaksud semoga sanggup berlaga melawan klub asal Singapura itu.

Dikutip dari laman goal.com (21/01/2019) PSSI terus mengupayakan semoga Persija Jakarta sanggup memakai pemain anyar mereka ketika melawan Home United pada babak pendahuluan kualifikasi Liga Champions Asia 2019, 5 Februari nanti.

Sebelumnya diketahui, Persija terancam tidak sanggup memakai jasa 4 pemain gres mereka karena International Transfer Certificate (ITC) para pemain itu masih belum sanggup diproses.

Karena periode pertama Transfer Matching System (TMS) untuk klub Indonesia gres dibuka pada 15 Februari hingga 9 Mei 2019. Sedangkan registrasi pemain terakhir untuk berkelahi melawan Home United harus sanggup diserahkan pada 21 Januari 2019.

PSSI sendiri sudah mencoba memasukkan TMS ke FIFA lebih cepat dan melobi AFC semoga tim Macan Kemayoran tetap sanggup memakai jasa empat pemain tersebut. Hal ini diungkapkan oleh kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo.

"Kami sudah mencoba menyurati ke FIFA semoga sanggup dibuka TMS-nya lebih cepat dari yang kami daftarkan sebelumnya, tapi FIFA menjawab tidak bisa," kata Gatot Widakdo menyerupai diwartakan dalam laman goal.com (21/01/2019)

Terkait belum adanya ITC empat pemain anyar Persija yang akan berkiprah di Liga Champions Asia ini dan upaya sia-sia PSSI yang ditolak mentah-mentah oleh FIFA, pihak mana yang pantas ‘dikambinghitamkan’ dalam masalah ini?

Secara objektif harus diakui, kesalahan patut dilayangkan kepada PSSI yang tidak sensitif terhadap regulasi AFC perihal registrasi pemain bagi klub yang akan mengikuti kompetsi Liga Champions Asia dan keterlambatan para petinggi PSSI membuka secara resmi kran bursa transfer pemain Liga 1 tahun 2019 menjadi biang keladinya.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1364751662079389?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTagCollect&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=1364751662079389&platform=More&ws_short=23MRgYn6YruT

Jumat, 08 Maret 2019

Inilah Andaikan Hal Ini Hingga Terjadi, Suporter Persija Niscaya Menangis Mendengarnya

Satuan Tugas Antimafia Bola Polisi Republik Indonesia kembali menangkap satu orang tersangka dalam kasus kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola Indonesia, yakni Anggota Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) Dwi Irianto. Sebelumnya Anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng Sudah terlebih dahulu diamankan.

Ref pihak ketiga

Dilansir Detik.com Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan kalau liga 2 dan liga 3 membuka pintu satgas polri untuk menelusuri Liga 1 Indonesia yang dikabarkan juga terlibat pengaturan skor.

"Liga 2 dan Liga 3 itu pintu awal Satgas masuk menelusuri dugaan pengaturan skor di liga 1," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

Dedi menyebut pengaturan skor juga berpotensi terjadi di Liga 1. Dedi bilang Satgas Anti Mafia Bola akan mendapat tanggapan dari hasil investigasi tersangka dan saksi-saksi.

"Ya tidak menutup kemungkinan. Tergantung dari hasil fakta hukum, investigasi tersangka dan saksi. Yang terang hingga hari ini kami sudah punya rencana dan aktivitas akan menyelidiki siapa-siapa saja," ujar Dedi.

Jika hal ini terjadi niscaya persija jakarta menjadi incaran utama PSSI sebab selama turnamen tim asal Ibukota ini dianggap selalu diuntungkan PSSI, Dugaan itu diperkuat sebab pemilik persija jakarta merupakan wakil ketua umum PSSI ialah joko driyono.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1382672813879770?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kHighConsume&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=1382672813879770&platform=More&ws_short=50WCdWotCGrW

Kamis, 07 Maret 2019

Inilah Memanas! Ngotot Minta Naik Gaji, Gak Nyangka Administrasi Psm Malah Sebut Pemain Ini Begini

Ditengah gencarnya pemberitaan perihal pemain rekrutan gres dan pemburuan instruktur anyar, PSM Makassar juga merilis kabar mengejutkan lainnya. Dimana dikabarkan tim yang finish di peringkat ke 2 Liga 1 2018 lalu, secara tiba-tiba juga akan melepas salah satu pemain naturalisasi miliknya.

Ref pihak ketiga

Pemain yang dimaksud ialah Guy Junior. Sebelumnya memang beredar kabar bahwa pihak dari Guy Junior sempat meminta kenaikan gaji. Namun perundingan antara kedua belah pihak kerap menemui jalan buntu. Hingga dikala menjelang latihan perdana 15 Januari ini nantipun kubu Guy yang masih ngotot minta naik honor belum menemukan titik terang.

Nampaknya Hal tersebut menciptakan suasana kian memanas yang alhasil menciptakan CEO PSM Munafri Arifuddin mulai gerah dan secara gak disangka menyebutkan sang pemain dipersilahkan hengkang saja ke klub lain dengan hukum yang berlaku.

“Soal Guy Junior sudah bicara dengan agennya. Kami kontrak beliau dua tahun, apalagi yang dipertanyakan? Kalau ada seruan naik honor niscaya ada. Tapi jika ibarat itu lebih baik ya dikontrak setahun saja. Saya tidak mau ribut-ribut soal itu. Saya tidak pernah tahan pemain mau keluar dari PSM. Buat apa beliau tinggal disini jika hatinya tidak disini. Akan ada janji dua hari kedepan. Hari ini kita lihat, apakah Guy ikut latihan atau tidak.” Jelas Appi ibarat dilansir dari Goal.com (15/01/2019).

Bagi laki-laki yang biasa disapa Appi itu, tidak ada problem dengan kontrak Guy Junior. Sebab, sejatinya Guy Junior telah terikat kontrak selama dua tahun dengan PSM Makassar yang artinya mantan pemain Bhayangkara Fc tersebut masih menyisakan satu tahun lagi masa kontrak.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/914200231616546?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTfRecServ&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=914200231616546&platform=More&ws_short=5UWZENA31dcx

Rabu, 06 Maret 2019

Inilah Exco Pssi Verry Mulyadi: Pengunduran Edy Rahmayadi Sudah Direncanakan Sebelumnya

Pengunduran diri Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pada kongres tahunan PSSI di Sofitel Hotel Nusa Dua Bali Minggu (20/1/2019) cukup menciptakan gempar sepakbola Indonesia.

Ref pihak ketiga

Akan tetapi pengunduran diri Edy Rahmayadi ditanggapi biasa oleh Exco PSSI Verry Mulyadi. Kepada Sumbar Post Verry mengatakan, pengunduran diri Ketua PSSI masa bakti 2016-2020 itu sudah direncanakan pasca terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Exco PSSI Verry Mulyadi: Pengunduran Edy Rahmayadi Sudah Direncanakan Sebelumnya
Bahkan planning dimaksud disampaikan Verry Mulyadi, sudah diutarakan orang nomor satu di induk sepakbola Indonesia di sela sela rapat Exco PSSI beberapa waktu lalu.

“Beliau beralasan alasannya yaitu kesibukan di Sumatera Utara menciptakan tak fokus mengurus PSSI. Hanya kami di Exco PSSI masih enggan melepas Pak Edy,”Papar Verry.

Ia membantah keras alasan pengunduran diri ketua umum alasannya yaitu terungkapnya skandal pengaturan skor yang melibatkan Komite Wasit PSSI.

“Tidak ada hubungannya dengal hal itu,”tegas pengusaha sukses Kota Padang ini.

Seluruh Exco PSSI diungkapkan Verry, dengan berat hati melepas ketua umum. Hal ini dikarenakan masih banyak kiprah dan keinginan ketua umum untuk kemajuan sepakbola Indonesia belum tercapai.

“Insya Allah dengan diangkatnya Wakil Ketua Umum sebagai Plt Ketua PSSI, cita cita dia akan dilanjutkan bersama,”kata laki-laki yang juga Owner Solok FC tersebut.

Sumber: https://maribacaberita.com/story/3741796569571683?channel_id=103&host=https:%2F%2Fmaribacaberita.com&list_article_from=Kabarin&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_iflow&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.35.02&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=125977ff-e6cf-4bb6-a925-7849f5b22dd2&ucnews_rt=kTfRecCont&comment_count=0&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D;1mlc92j&item_id=3741796569571683&platform=More&ws_short=6sFUVNgL1WlS

Selasa, 05 Maret 2019

Inilah Vigit Waluyo Merasa Telah Dijadikan Tumbal Oleh Pssi

Vigit Waluyo mulai buka bunyi soal sanksi yang diterimanya dalam kaitan skandal pengaturan skor. Vigit merasa dirinya dijadikan tumbal oleh PSSI. Dia merasa telah dikorbankan untuk mengembalikan gambaran aktual PSSI tanggapan terkuaknya kasus pengaturan skor di sepak bola nasional.

Ref pihak ketiga

"Pak Vigit merasa tidak disukai oleh teman-teman PSSI. Salah satunya dikala Pak Vigit dieksekusi seumur hidup oleh Komite Disiplin PSSI. Sementara Pak Vigit tidak pernah dipanggil," ujar kuasa aturan Vigit, M. Sholeh, Kamis (24/1) siang.

Menurut Sholeh, mantan pengelola Deltras Sidoarjo itu disebut mengoperasionalkan beberapa klub. Akan tetapi, PSSI tidak menyebut klub apa saja yang dikelola oleh Vigit.

"Titik alhasil dikala Pak Vigit dihukum, dan PSSI butuh kambing hitam. Bagaimana sepak bola itu manis untuk PSSI, maka mereka butuh orang-orang yang dihukum," imbuh laki-laki yang juga menjadi kuasa aturan PS Mojokerto Putra (MP).

Sholeh mencontohkan kasus sama yang menyeret Hidayat. Walaupun sama-sama diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor, namun mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu hanya dieksekusi tiga tahun. Sedangkan Vigit dijatuhi sanksi maksimal, yakni seumur hidup.

"Sebagai Exco ia cuma dieksekusi tiga tahun. Sementara Pak Vigit yang bukan pemilik klub, tiba-tiba dieksekusi seumur hidup," terangnya.

"Harapan Pak Vigit yakni adanya KLB di Kongres kemarin. Harus ada perubahan total di PSSI semoga sepak bola baik," tutup Sholeh.

Sumber: https://www.jawapos.com/ucbrowser/jawaposcom/vigit-waluyo-merasa-telah-dijadikan-tumbal-oleh-pssi?uc_news_item_id=46952838532472&uc_news_app=browser_iflow&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=46952838532472&platform=More&ws_short=6AjxIZ2Kulw2
 
close
Banner iklan   disini