This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 11 Maret 2019

Inilah Tak Masuk Akal, Turnamen Ini Tetap Dilaksanakan Pssi, Bikin Aib Indonesia Di Mata Fifa

Ditengah pergelaran Piala Indonesia yang juga belum usai, PSSI justru memastikan tetap akan menggelar Piala Presiden di tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Joko Driyono dalam jumpa pers selepas Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/01/2019).

Ref pihak ketiga

“Piala Indonesia dan Piala Presiden semenjak ketika ini Exco PSSI melaksanakan komplikasi adaptasi sinkronisasi jadwal, dengan orientasi semoga kedua-duanya dapat terealisasi pada periode Januari sampai awal bulan April,’’ ujar laki-laki yang gres saja menjadi Ketua PSSI ini, ibarat dilansir dari goal.com(20/01/2019).

Keputusan PSSI untuk tetap melaksanakan turnamen PSSI ini dapat dikatakan tak masuk akal. Sebab PSSI dikabarkan mengundur jadwal kick off Liga 1 2019 sampai bulan Mei mendatang atau selepas Pemilu di bulan April.

Tentu pertanyaan muncul, jikalau jadwal Liga 1 dimundurkan kenapa penyelenggaran Piala Presiden tetap dilaksanakan? Tentu mengherankan bukan? dari pada ngotot tetap menyelenggarkaan turnamen Piala Presiden ada baiknya PSSI fokus untuk mengatur jadwal kompetisi Liga 1 2019 sebaik mungkin. Sebab dapat dikatakan hanya di Indonesia yang jadwal kompetisinya tak menentu kapan mau dimulai.

Apalagi turnamen Piala Presiden sering kali bukannya dijadikan persiap justru dianggap serius sekali dari kompetisi resmi. Tak ayal ada pemain yang terdepak dan cedera parah selepas mengikuti turnamen yang tahun kemudian dimenangkan oleh Persija Jakarta ini. Bahkan ada pula instruktur yang dipecat alasannya ialah timnya tampil jelek di ajang turnamen tidak resmi ini.

Kondisi ini terang bikin Indonesia aib di mata FIFA. Karena sepak bola kita tampak tidak professional dalam hal mengatur jadwal kompetisinya. Bahkan dapat dikatakan hanya di Indonesia yang liganya libur terlalu usang dan mengakibatkan ajang turnamen tidak resmi seakan suatu kompetisi yang harus dimenangkan dengan sungguh-sungguh.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4083104343953726?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTfRecServ&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=4083104343953726&platform=More&ws_short=0LPhyQrduJHv

Minggu, 10 Maret 2019

Inilah Seruan Kepada Pelatih, Tony Sucipto Tidak Mau Dimainkan Di Posisi Ini

Kembalinya Tony Sucipto ke pangkuan Persija Jakarta menjadikan pro dan kontra. Sang pemain menyampaikan tak bakal siap kalau nantinya harus melakoni sesuatu yang tak beliau bisa.

Ref pihak ketiga

Setelah diresmikan dan melakoni sesi latihan perdana bersama Persija Jakarta, Tony Sucipto terlihat biasa-biasa saja.

Dalam artian, tak ada gejala yang memperlihatkan bahwa Tony Sucipto gugup atau semacamnya sehabis kembali ke tim ibu kota.

Malah, laki-laki yang erat disapa Toncip itu amat enjoy menikmati hari-hari barunya bersama tim pujian The Jak Mania ini.

“Kalau pembiasaan enggak ada duduk masalah dengan teman-teman. Lagian juga menyerupai senior-senior di sini juga welcome," kata Toncip, kutip BolaSport.com dari laman resmi klub.

Namun, eks pemain Persib Bandung ini mengaku bakal amat keberatan kalau menerima sesuatu yang di luar kebiasaannya.

Kala itu, Toncip tengah berbincang mengenai posisi idealnya di atas lapangan.

Pemain kelahiran Surabaya ini mengaku siap kalau ditempatkan di mana saja, asal jangan penjaga gawang.

"Pelatih dikala memperlihatkan instruksi, di posisi mana saja saya siap. Asal jangan di kiper," ujar Toncip, seambil bergelak.

Terkait kepindahan Toncip sendiri, laki-laki 32 tahun ini tak ambil soal terkait polemik yang mengikutinya.

Menurutnya, dalam dunia sepak bola yang begitu dinamis ini kepindahan pemain dari satu tim ke tim lain yakni hal yang biasa, termasuk kalau melibatkan tim yang punya korelasi kurang baik.

"Sekali lagi, ini namanya sepak bola profesional. Delapan tahun di klub sebelumnya (Persib), kini di Persija."

"Memang ada pro dan kontra, tapi saya lebih menentukan fokus dan ambil positifnya saja," tuturnya mengakhiri.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2069812893835329?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=Tribunnews&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTfRecServ&comment_count=3&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=2069812893835329&platform=More&ws_short=7nngwbNW5q2R

Sabtu, 09 Maret 2019

Inilah Pssi 'Turun Tangan' Bantu 4 Pemain Anyar Persija Jakarta Di Liga Champions Asia

Kompetisi Liga Champions Asia akan segera berlangsung. Para petinggi klub yang akan terlibat kompetisi ini pun telah mendaftarkan sejumlah pemainnya termasuk Persija Jakarta.

Ref pihak ketiga

Melansir dari laman indosport.com (22/01/2019) Juara Liga 1 2018, Persija Jakarta, akan menghadapi babak kualifikasi Liga Champions Asia. Persija akan menjalani babak kualifikasi dengan bertandang ke markas Home United, Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa, 5 Februari 2019.

Tetapi, ada satu hambatan yang mungkin akan dihadapi oleh Persija Jakarta. Empat pemain gres klub asal ibukota ini, belum mempunyai International Transfer Certificate (ITC) alasannya PSSI belum membuka bursa transfer Liga Indonesia secara resmi.

Meski begitu, Persija Jakarta tetap menyertakan keempat pemain gres mereka adalah Jakhongir Abdumuminov, Bruno Matos, dan Vinicius Lopes Laurindo (Neguete), dan Ryuji Utomo yang sebelumnya memperkuat klub Thailand PTT Rayong ke dalam daftar 24 pemain yang akan berlaga di Liga Champions Asia.

PSSI selaku induk semang sepak bola Tanah Air pun turut prihatin dan 'turun tangan' berupaya menolong tim Macan Kemayoran terkait 4 pemain anyar dimaksud semoga sanggup berlaga melawan klub asal Singapura itu.

Dikutip dari laman goal.com (21/01/2019) PSSI terus mengupayakan semoga Persija Jakarta sanggup memakai pemain anyar mereka ketika melawan Home United pada babak pendahuluan kualifikasi Liga Champions Asia 2019, 5 Februari nanti.

Sebelumnya diketahui, Persija terancam tidak sanggup memakai jasa 4 pemain gres mereka karena International Transfer Certificate (ITC) para pemain itu masih belum sanggup diproses.

Karena periode pertama Transfer Matching System (TMS) untuk klub Indonesia gres dibuka pada 15 Februari hingga 9 Mei 2019. Sedangkan registrasi pemain terakhir untuk berkelahi melawan Home United harus sanggup diserahkan pada 21 Januari 2019.

PSSI sendiri sudah mencoba memasukkan TMS ke FIFA lebih cepat dan melobi AFC semoga tim Macan Kemayoran tetap sanggup memakai jasa empat pemain tersebut. Hal ini diungkapkan oleh kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo.

"Kami sudah mencoba menyurati ke FIFA semoga sanggup dibuka TMS-nya lebih cepat dari yang kami daftarkan sebelumnya, tapi FIFA menjawab tidak bisa," kata Gatot Widakdo menyerupai diwartakan dalam laman goal.com (21/01/2019)

Terkait belum adanya ITC empat pemain anyar Persija yang akan berkiprah di Liga Champions Asia ini dan upaya sia-sia PSSI yang ditolak mentah-mentah oleh FIFA, pihak mana yang pantas ‘dikambinghitamkan’ dalam masalah ini?

Secara objektif harus diakui, kesalahan patut dilayangkan kepada PSSI yang tidak sensitif terhadap regulasi AFC perihal registrasi pemain bagi klub yang akan mengikuti kompetsi Liga Champions Asia dan keterlambatan para petinggi PSSI membuka secara resmi kran bursa transfer pemain Liga 1 tahun 2019 menjadi biang keladinya.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1364751662079389?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTagCollect&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=1364751662079389&platform=More&ws_short=23MRgYn6YruT

Jumat, 08 Maret 2019

Inilah Andaikan Hal Ini Hingga Terjadi, Suporter Persija Niscaya Menangis Mendengarnya

Satuan Tugas Antimafia Bola Polisi Republik Indonesia kembali menangkap satu orang tersangka dalam kasus kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola Indonesia, yakni Anggota Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) Dwi Irianto. Sebelumnya Anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng Sudah terlebih dahulu diamankan.

Ref pihak ketiga

Dilansir Detik.com Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan kalau liga 2 dan liga 3 membuka pintu satgas polri untuk menelusuri Liga 1 Indonesia yang dikabarkan juga terlibat pengaturan skor.

"Liga 2 dan Liga 3 itu pintu awal Satgas masuk menelusuri dugaan pengaturan skor di liga 1," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

Dedi menyebut pengaturan skor juga berpotensi terjadi di Liga 1. Dedi bilang Satgas Anti Mafia Bola akan mendapat tanggapan dari hasil investigasi tersangka dan saksi-saksi.

"Ya tidak menutup kemungkinan. Tergantung dari hasil fakta hukum, investigasi tersangka dan saksi. Yang terang hingga hari ini kami sudah punya rencana dan aktivitas akan menyelidiki siapa-siapa saja," ujar Dedi.

Jika hal ini terjadi niscaya persija jakarta menjadi incaran utama PSSI sebab selama turnamen tim asal Ibukota ini dianggap selalu diuntungkan PSSI, Dugaan itu diperkuat sebab pemilik persija jakarta merupakan wakil ketua umum PSSI ialah joko driyono.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1382672813879770?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kHighConsume&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=1382672813879770&platform=More&ws_short=50WCdWotCGrW

Kamis, 07 Maret 2019

Inilah Memanas! Ngotot Minta Naik Gaji, Gak Nyangka Administrasi Psm Malah Sebut Pemain Ini Begini

Ditengah gencarnya pemberitaan perihal pemain rekrutan gres dan pemburuan instruktur anyar, PSM Makassar juga merilis kabar mengejutkan lainnya. Dimana dikabarkan tim yang finish di peringkat ke 2 Liga 1 2018 lalu, secara tiba-tiba juga akan melepas salah satu pemain naturalisasi miliknya.

Ref pihak ketiga

Pemain yang dimaksud ialah Guy Junior. Sebelumnya memang beredar kabar bahwa pihak dari Guy Junior sempat meminta kenaikan gaji. Namun perundingan antara kedua belah pihak kerap menemui jalan buntu. Hingga dikala menjelang latihan perdana 15 Januari ini nantipun kubu Guy yang masih ngotot minta naik honor belum menemukan titik terang.

Nampaknya Hal tersebut menciptakan suasana kian memanas yang alhasil menciptakan CEO PSM Munafri Arifuddin mulai gerah dan secara gak disangka menyebutkan sang pemain dipersilahkan hengkang saja ke klub lain dengan hukum yang berlaku.

“Soal Guy Junior sudah bicara dengan agennya. Kami kontrak beliau dua tahun, apalagi yang dipertanyakan? Kalau ada seruan naik honor niscaya ada. Tapi jika ibarat itu lebih baik ya dikontrak setahun saja. Saya tidak mau ribut-ribut soal itu. Saya tidak pernah tahan pemain mau keluar dari PSM. Buat apa beliau tinggal disini jika hatinya tidak disini. Akan ada janji dua hari kedepan. Hari ini kita lihat, apakah Guy ikut latihan atau tidak.” Jelas Appi ibarat dilansir dari Goal.com (15/01/2019).

Bagi laki-laki yang biasa disapa Appi itu, tidak ada problem dengan kontrak Guy Junior. Sebab, sejatinya Guy Junior telah terikat kontrak selama dua tahun dengan PSM Makassar yang artinya mantan pemain Bhayangkara Fc tersebut masih menyisakan satu tahun lagi masa kontrak.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/914200231616546?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.38.28&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=3953c895-a00a-4b8c-bd9e-dbcfec6dde33&ucnews_rt=kTfRecServ&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=914200231616546&platform=More&ws_short=5UWZENA31dcx

Rabu, 06 Maret 2019

Inilah Exco Pssi Verry Mulyadi: Pengunduran Edy Rahmayadi Sudah Direncanakan Sebelumnya

Pengunduran diri Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pada kongres tahunan PSSI di Sofitel Hotel Nusa Dua Bali Minggu (20/1/2019) cukup menciptakan gempar sepakbola Indonesia.

Ref pihak ketiga

Akan tetapi pengunduran diri Edy Rahmayadi ditanggapi biasa oleh Exco PSSI Verry Mulyadi. Kepada Sumbar Post Verry mengatakan, pengunduran diri Ketua PSSI masa bakti 2016-2020 itu sudah direncanakan pasca terpilih menjadi Gubernur Sumatera Utara.

Exco PSSI Verry Mulyadi: Pengunduran Edy Rahmayadi Sudah Direncanakan Sebelumnya
Bahkan planning dimaksud disampaikan Verry Mulyadi, sudah diutarakan orang nomor satu di induk sepakbola Indonesia di sela sela rapat Exco PSSI beberapa waktu lalu.

“Beliau beralasan alasannya yaitu kesibukan di Sumatera Utara menciptakan tak fokus mengurus PSSI. Hanya kami di Exco PSSI masih enggan melepas Pak Edy,”Papar Verry.

Ia membantah keras alasan pengunduran diri ketua umum alasannya yaitu terungkapnya skandal pengaturan skor yang melibatkan Komite Wasit PSSI.

“Tidak ada hubungannya dengal hal itu,”tegas pengusaha sukses Kota Padang ini.

Seluruh Exco PSSI diungkapkan Verry, dengan berat hati melepas ketua umum. Hal ini dikarenakan masih banyak kiprah dan keinginan ketua umum untuk kemajuan sepakbola Indonesia belum tercapai.

“Insya Allah dengan diangkatnya Wakil Ketua Umum sebagai Plt Ketua PSSI, cita cita dia akan dilanjutkan bersama,”kata laki-laki yang juga Owner Solok FC tersebut.

Sumber: https://maribacaberita.com/story/3741796569571683?channel_id=103&host=https:%2F%2Fmaribacaberita.com&list_article_from=Kabarin&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_iflow&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.35.02&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=125977ff-e6cf-4bb6-a925-7849f5b22dd2&ucnews_rt=kTfRecCont&comment_count=0&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D;1mlc92j&item_id=3741796569571683&platform=More&ws_short=6sFUVNgL1WlS

Selasa, 05 Maret 2019

Inilah Vigit Waluyo Merasa Telah Dijadikan Tumbal Oleh Pssi

Vigit Waluyo mulai buka bunyi soal sanksi yang diterimanya dalam kaitan skandal pengaturan skor. Vigit merasa dirinya dijadikan tumbal oleh PSSI. Dia merasa telah dikorbankan untuk mengembalikan gambaran aktual PSSI tanggapan terkuaknya kasus pengaturan skor di sepak bola nasional.

Ref pihak ketiga

"Pak Vigit merasa tidak disukai oleh teman-teman PSSI. Salah satunya dikala Pak Vigit dieksekusi seumur hidup oleh Komite Disiplin PSSI. Sementara Pak Vigit tidak pernah dipanggil," ujar kuasa aturan Vigit, M. Sholeh, Kamis (24/1) siang.

Menurut Sholeh, mantan pengelola Deltras Sidoarjo itu disebut mengoperasionalkan beberapa klub. Akan tetapi, PSSI tidak menyebut klub apa saja yang dikelola oleh Vigit.

"Titik alhasil dikala Pak Vigit dihukum, dan PSSI butuh kambing hitam. Bagaimana sepak bola itu manis untuk PSSI, maka mereka butuh orang-orang yang dihukum," imbuh laki-laki yang juga menjadi kuasa aturan PS Mojokerto Putra (MP).

Sholeh mencontohkan kasus sama yang menyeret Hidayat. Walaupun sama-sama diduga terlibat dalam praktik pengaturan skor, namun mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu hanya dieksekusi tiga tahun. Sedangkan Vigit dijatuhi sanksi maksimal, yakni seumur hidup.

"Sebagai Exco ia cuma dieksekusi tiga tahun. Sementara Pak Vigit yang bukan pemilik klub, tiba-tiba dieksekusi seumur hidup," terangnya.

"Harapan Pak Vigit yakni adanya KLB di Kongres kemarin. Harus ada perubahan total di PSSI semoga sepak bola baik," tutup Sholeh.

Sumber: https://www.jawapos.com/ucbrowser/jawaposcom/vigit-waluyo-merasa-telah-dijadikan-tumbal-oleh-pssi?uc_news_item_id=46952838532472&uc_news_app=browser_iflow&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=46952838532472&platform=More&ws_short=6AjxIZ2Kulw2

Senin, 04 Maret 2019

Inilah Akreditasi Mengejutkan Vigit Waluyo Ini Buat Suporter Persija Tutup Telinga, Ada Apa?

Hari ini pecinta sepakbola tanah air kembali digemparkan dengan keputusan ketua umum PSSI yang mengundurkan diri dan perkara pengaturan skor yang terus mencuat, dan kini tersangka perkara match fixing vigit Waluyo Diperika satgas polri anti berandal sepakbola.

Ref pihak ketiga

Dilansir kumparan.com Satgas Anti Mafia Bola menilik tersangka dugaan pengaturan skor atau match fixing di liga sepakbola Indonesia,Vigit menjalani investigasi di Mapolda Jatim, pada kamis (24/1).

Seperti judulnya, ratifikasi vigit ini bakal menciptakan suporter persija jakarta tutup telinga, alasannya ialah vigit menyampaikan bahwa pssi mengetahui segalanya mengenai dugaan gelar juara yang sudah diatur sedemikian rupa.

"Saya jelaskan sedikit bahwa kebetulan balasan itu ada di kubu PSSI sendiri. Artinya, di dalam ini mereka yang lebih paham ihwal awal penjadwalan hingga eksekusi," kata Vigit usai diperiksa di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (24/1/2019).

"Karena, dalam penjadwalan itu tampak sekali bahwa siapa yang bertanding di awal dan bertanding hingga pada penutupan terakhir itu biasanya mereka yang digadang-gadang untuk prestasi yang baik," Vigit melanjutkan.

Bahkan vigit Waluyo berani menyampaikan bila juara liga 1 Persija Jakarta dan juara liga 2 PSS Sleman Sudah diatur, alasannya ialah melihat jadwal pertandingan awal dan diakhir.

“Ya dapat jadi mereka juara itu sudah disetting alasannya ialah sesuai dengan yang aku sebutkan, siapa yang main di awal dan di akhir,” ujarnya.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2218112770786544?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_iflow&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-25_11.44.44&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=a068b916-8370-485a-9e59-997dbf712aa8&ucnews_rt=kTag&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=2218112770786544&platform=More&ws_short=31ROBWaNo5Gx

Minggu, 03 Maret 2019

Inilah Ismed Sofyan Komentari Bossnya Memimpin Pssi

Joko Driyono yang diberi warisan jabatan Ketua Umum PSSI sehabis Edy Rahmayadi mengundurkan diri dalam Kongres Tahunan PSSI 2019 yang digelar di Bali, Minggu (20/1/2019, menuai sejumlah pro dan kontra. Secara statuta FIFA memang aturannya menyerupai itu namun diluaran sana tak sedikit yang kontra jikalau Joko Driyono penggantinya. Sebabnya, beliau pemilik klub Persija Jakarta.

Ref pihak ketiga

Seperti dilansir dari Bola.com (22/1/2019) ada yang menyuarakan pula sebaiknya PSSI dipimpin dan diurus oleh orang-orang gres yang mempunyai integritas tinggi dipersepak bolaan dan profesional. Namun berdasarkan pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan, tampaknya tidak begitu baiklah jikalau PSSI dipimpin oleh mantan pemain menyerupai dirinya.

“Tidak, kami masih butuh pengalaman untuk beroganisasi, butuh pengetahuan, tidak semudah itu mantan pemain dapat eksklusif menjadi pengurus PSSI. Kami harus berguru untuk dapat berorganisasi dengan baik, bukan alasannya ialah semata-mata nama besar sebagai pemain lantas dapat menjabat di kepengurusan PSSI. Itu tidak baik berdasarkan saya,” ujar Ismed, menyerupai dilansir dari bola.com (22/1/2019).

Menyoal Joko Driyono yang meneruskan tongkat kepemimpinan PSSI, Bek kanan senior Persija tampaknya tidak berani terang-terangan menyampaikan setuju. Ismed hanya mengatakan, “siapa pun yang meneruskan kepengurusan PSSI harus dapat membawa sepak bola Indonesia dapat jauh lebih baik.”

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3505804609527493?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-26_10.43.24&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=87737b74-79d5-4dde-888e-4271a1b4d61f&ucnews_rt=kHighConsume&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=3505804609527493&platform=More&ws_short=5LxCgQv523r6

Sabtu, 02 Maret 2019

Inilah Usai Diperiksa, Berlinton Siahaan Bocorkan Pertanyaan Satgas Anti Durjana Bola

Bendahara Umum PSSI, Berlinton Siahaan memenuhi panggilan Satgas Anti Mafia Bola di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Senin (14/1/2019). Berlinton dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik.

Ref pihak ketiga

"Kami memberikan semuanya secara obyektif. Total ada 27 pertanyaan. Pada pada dasarnya kami mendukung penuh impian pihak kepolisian. Praktis mudahan dapat menciptakan sepak bola Indonesia menjadi lebih baik lagi," ujar Berlinton.

"Perlu aku jelaskan pada malam hari ini kedatangan aku ke Satgas Anti Mafia Bola, aku tiba sebagai bendahara umum PSSI," katanya.

Berlinton hadir di Mapolda Metro Jaya pada pukul 12.00 WIB. Pemeriksaan kepadanya gres berakhir pada pukul 21.00 WIB.

"Memang tadi mulainya sudah agak siang, kita mulai jam 12. Kalau dihitung itu sudah hampir 9 jam. Pertanyaannya sih tidak banyak, sekitar 27 pertanyaan," tutur Berlinton.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1676691432330560?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=Bolanet&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.9.1155&sver=inapppatch2&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-01-26_10.43.24&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=87737b74-79d5-4dde-888e-4271a1b4d61f&ucnews_rt=kHighConsume&comment_count=0&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=1676691432330560&platform=More&ws_short=0WNKHvZR54Ly

Jumat, 01 Maret 2019

Inilah Dituduh Juara Setting-An, Begini Perasaan Pemain Persija

Pemain Persija Jakarta terpukul usai mendengar kabar tuduhan Vigit Waluyo (VW). Seperti diketahui, VW mengungkapkan tuduhan bahwa Persija sengaja diatur untuk menjuarai Liga 1 2018.

Ref pihak ketiga

Usai diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola di Polda Jatim, VW memang mengeluarkan komentar kontroversial. Dia menduga bila Macan Kemayoran memang semenjak awal bakal juara dan sudah diatur.

VW menyebut bila indikasi Persija juara setting-an sudah terlihat semenjak awal. Macan Kemayoran mendapat berkelahi sangkar dalam partai pembuka maupun penutup.

Padahal faktanya, pada berkelahi perdana Persija bertindak sebagai tamu. Saat itu Bhayangkara FC sebagai tuan rumah menentukan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk menjamu Persija. Dan, tentu saja SUGBK dipadati ribuan Jakmania.

"Saat ini pemain sangat terpukul dan sangat kecewa atas pernyataan saudara VW tersebut dan pemberitaan terhadap hal ini," ungkap COO Persija, Rafil Perdana.

Tentu kondisi ini dapat saja memengaruhi mental Macan Kemayoran. Terlebih dalam waktu erat mereka akan berjuang di Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA).

"Saya harap ini tidak memengaruhi performa mereka (pemain) dalam menghadapi LCA," tandas Rafil.

Sumber: https://www.jawapos.com/ucbrowser/jawaposcom/dituduh-juara-setting-an-begini-perasaan-pemain-persija?uc_news_item_id=2836818904168220&uc_news_app=browser_homepage&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=2836818904168220&platform=More&ws_short=4uuk3dAUrHEQ

Kamis, 28 Februari 2019

Inilah Gelar Juara Persija Terancam Dicabut, Joko Driyono Merasa Disandera?

Joko Driyono ikut buka bunyi terkait dugaan bahwa terhadap gelar juara Liga 1 2018 yang diraih Persija Jakarta sudah diatur sebelumya.

Ref pihak ketiga

Riuh kabar pencabutan gelar juara milik Persija tak lepas dari ungkapan salah satu tersangka pengaturan skor sepak bola Indonesia, Vigit Waluyo.

Pria yang pernah menjabat sebagai Manajer Deltras Sidoarjo itu mengungkapkan bahwa gelar juara yang diraih oleh PSS Sleman (Liga 2 2018) dan Persija Jakarta telah diatur.

Hal ini lantas mendapat jawaban negatif dari penggila bola yang ramai menyuarakan pencabutan gelar juara Macan Kemayoran.

Salah satu pihak yang juga bertanggung jawab terhadap rumor ini ialah PSSI federasi sepak bola Indonesia.

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menilai bahwa pihaknya telah merasa disandera terhadap tudingan-tudingan tersebut.

"Sekali lagi semua tudingan (juara settingan) harus dapat dibuktikan. Tidak terpancing dengan sangkaan-sangkaan yang menyulitkan kami. Tersandera kami dari dugaan-dugaan itu," ucap Joko dikutip dari Kompas.com, Jumat (25/1/2019).

Tak hingga disitu, Joko juga menjelaskan terkait posisinya di Persija Jakarta dalam tiga vtahun terakhir.

"Pada 2016, aku membantu Persija untuk transformasi. Tidak ada serupiah pun aku donasikan dan tidak ada serupiah pn sata ambil dari Persija, kecuali tekad tunggal mentransformasi Persija dari centralize ownership ke collective ownership. Profil Persija yang sehat dengan koorporasi ideal sebagai sebuah klub profesional,"

"Semoga tiga hingga lima tahun dapat terjadi. Ini sebagai catatan lain dalam pecahan hidup aku dalam sepak bola meskipun Persija bukan klub pertama yang aku tangani. Sebelumnya ada Arema, Persis Solo, dan Persiba Balikpapan. Saya sering menyampaikan kasihan juga Persija. Seluruh pemain, ofisial, fans, dan publiknya yang bekerja keras menyerupai direduksi menjadi juara alasannya ialah seorang Joko Driyono,"

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya jikalau itu menjadi atribut yang disematkan untuk Persija," tutur Jokdri mengakhiri pembicaraan terkait dongeng kariernya bersama Persija.

Sumber: https://uc.bolasport.com/detailview.php?id=1616044&uc_news_item_id=1235992553693155&uc_news_app=browser_homepage&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=1235992553693155&platform=More&ws_short=5MIj5azZuBqx

Rabu, 27 Februari 2019

Inilah Firza Andika Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Afc Tubize

Bertempat di Equity Tower, Jakarta, Firza Andika memulai babak gres dalam kehidupannya sebagai pesepak bola. Ia resmi diperkenalkan sebagai pemain AFC Tubize, klub yang berkompetisi di Divisi 2 Liga Belgia (First Division B).

Ref pihak ketiga

Pada Jumat (25/1/2019) sore WIB, ditemani oleh CEO AFC Tubize Shim Chan-koo dan CEO North Cliff Erry Sulistio, Firza menandatangani kontrak yang akan mengikatnya selama dua tahun. Ucapan terima kasih pun ia sematkan kepada beberapa pihak yang sudah membantunya, terutama dari pihak Tubize dan North Cliff.

“Impian saya main di Tubize, saya ingin memperbaiki mental dan permainan saya. Saya juga ingin menimba ilmu di sini, alasannya yaitu Tubize yaitu klub yang sangat bagus. Saat saya di sana, saya eksklusif memastikan ingin bermain di sana,” ujar Firza yang akan mengenakan nomor punggung 38.

CEO AFC Tubize, Chan-koo, menyambut konkret kehadiran Firza di timnya. Baginya, kedatangan Firza akan jadi sesuatu yang positif. Tidak hanya bagi Firza pribadi, melainkan juga bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Bahkan, Chan-koo juga mempunyai sebutan tersendiri untuk Firza yakni masa depan sepak bola Indonesia.

“Saya bersyukur kami sanggup merekrut bakat muda ini, masa depan dari sepak bola Indonesia. Tidak hanya Firza, dengan ini, saya juga mengajak Indonesia untuk meningkatkan level sepak bola mereka. Saya juga siap untuk membantu Indonesia lewat proyek-proyek yang ke depannya mungkin akan kami adakan dengan Indonesia,” ujar Chan-koo.

Sementara, Erry selaku CEO North Cliff berujar bahwa perekrutan Firza ke Tubize ini yaitu sebuah pujian tersendiri sekaligus momentum yang baik. Setelah animo kemudian mereka ikut mendukung PSMS di Liga 1, kini mereka berkesempatan menyebarkan bakat muda Indonesia.

North Cliff juga berharap bahwa kelak, dengan banyaknya pemain Indonesia di luar negeri, hal itu akan jadi sesuatu yang konkret bagi sepak bola Indonesia. Meski begitu, ia juga mengaku bahwa pertolongan beberapa pihak diharapkan untuk mencapainya, termasuk dukungan PSSI.

“Kami berharap biar PSSI berbenah juga, sanggup menuntaskan duduk kasus mereka. Pemain berbakat itu banyak, dan semoga ke depan mudah-mudahan bakat muda sanggup diakomodir main di klub besar di Indonesia, sehingga level kompetisi kita akan meningkat. Apalagi, industri sepak bola Indonesia bergotong-royong lebih manis dari negara tetangga,” ungkap Erry.

Sumber: https://kumparan.com/@kumparanbola/firza-andika-resmi-diperkenalkan-sebagai-pemain-afc-tubize-1548419448918333646.uc?uc_news_item_id=4057272961916535&uc_news_app=browser_iflow&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=4057272961916535&platform=More&ws_short=5iZ9j7ZtZIeM

Rabu, 06 Februari 2019

Inilah Profil Pemain | Michael Keane - Manchester United

 yang juga bermain diklub Manchester United Inilah  Profil Pemain | Michael Keane - Manchester United

Michael Keane (38)
Tanggal Lahir : 11 Januari 1993
Tempat Lahir : Stockport
Posisi : Bek
Tinggi : 188 cm
Klub : Manchester United
Bergabung : 01 Juli 2009
Debut : 25 Oktober 2011

Karir
Junior :
Manchester United (2009-2011)

Senior :
Manchester United (2011-kini)

Tim Nasional :
Republic of Ireland U17 (2010-2011)
England U19 (2012-2013)
England U21 (2013-kini)


Sosok Michael Keane tidak terlepas dari saudara kembarnya will keane yang juga bermain diklub Manchester United. Pernah menjadi pemain dukungan untuk klub Leicester City pada 6 November 2012 dan dipasangkan dengan Jesse Lingard yang juga di pinjamkan dari MU ke Leicester City. Pada usia 18tahun dia menandatangani karir senior dengan MU dan menciptakan debut League Cup pada 25 Oktober 2011. Bermain dimenit ke-70 melawan Aldershot Town.

Senin, 04 Februari 2019

Inilah Profil Pemain | Ben Amos - Manchester United

 tidak terlepas dari pemain sumbangan dan tim nasional Inilah  Profil Pemain | Ben Amos - Manchester United

Ben Amos (40)
Tanggal Lahir : 10 April 1990
Tempat Lahir : Macclesfield, Inggirs
Posisi : Kiper
Tinggi : 191 cm
Klub : Manchester United
Bergabung : 01 Juli 2006
Debut : 23 September 2008

Karir
Junior :
Manchester United (2001-2008)

Senior :
Manchester United (2008-kini)

Tim Nasional :
Inggirs U16 (2004-2005), Inggirs U17 (2005-2007), Inggris U18 (2008), Inggris U19 (2008), Inggris U20 (2009), Inggris U21 (2011-kini)

Berbicara mengenai Ben Amos tidak terlepas dari pemain sumbangan dan tim nasional. Semenjak 2009-2013 dia sudah empat kali menjadi pemain sumbangan yakni; Peterborough United (2009), Molde (2010), Oldham Athletic (2011), serta Hull City (2012-2013). Pemain berusia 23 kembali ke MU pada 30 Mei 2012 dan menandatangani 3 tahun kontrak dengan Red Devils. Pada 31 Juli 2012 dia dipinjamkan lagi ke klub Hull City untuk isu terkini 2012/2013. Saat ini Ben Amos telah kembali ke Manchester United pada 3 Januari 2013.

Pada Karir Internasional dia telah bermain untuk negaranya dari U16 hingga U21. Dan merupakan kiper yang sarat akan pengalaman. 

Sabtu, 02 Februari 2019

Inilah Profil Pemain | Adnan Januzaj - Manchester United

 ketika berada di sisi lapangan dia bisa melihat peluang yang ada dilapangan untuk memberika Inilah  Profil Pemain | Adnan Januzaj - Manchester United

Adnan Januzaj (44)
Tanggal Lahir : 05 Februari 1995
Tempat Lahir : Brussels, Belgium
Posisi : Winger
Tinggi : 180 cm
Klub : Manchester United
Bergabung : 01 Juli 2011
Debut : 11 Agustus 2013

Karir
Junior :
FC Brussels (2001-2005)
Anderlecht (2005-2011)
Manchester United (2011-2013)

Senior :

Manchester United (2013-kini)

Adnan Januzay merupakan pemain muda yang bertalenta, ketika berada di sisi lapangan dia bisa melihat peluang yang ada dilapangan untuk memperlihatkan umpan. Ia dijuluki sebagai pemain yang seimbang. Lahir di Brussels, Dia memulai karir anabawang di klub FC Brussels kemudian ke Anderlecht ketika berusia 10tahun pada 2005. Dan pada Maret 2011 dia bergabung dengan MU pada usia 16. Pada Musim 2012/2013, Ferguson memperlihatkan nomor punggung 44 untuk tim utama. Sayangnya dia tidak sempat bermain pada sisa musim, bahkan sesudah Ferguson pensiun. Dan pada ekspresi dominan 2013/2014 dia bermain ketika melawan Sevilla dimana dia memperlihatkan assist untuk gol satu-satunya. Walaupun MU tetap kalah. Pada usia 18 dia mendapatkan penghargaan Denzil Haroun Reserve Team Player of the Year

Rabu, 16 Januari 2019

Inilah Usai Penggeledahan Kantor Pssi, Polisi Akan Kembali Panggil Djoko Driyono

Penyidik Satgas Antimafia Bola Polisi Republik Indonesia menggeledah dua Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Polisi tidak menutup kemungkinan, ruangan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono juga bakal 'diobok-obok' penyidik untuk mencari alat bukti.

Ref pihak ketiga

"Ya tidak menutup kemungkinan (ruangan Joko Driyono juga digeledah). Semuanya terkait problem insiden ini, dalam rangka buat terperinci insiden ini, semua dilakukan penggeledahan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polisi Republik Indonesia Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Tri Brata, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).

Dedi menuturkan, penggeledahan dua kantor PSSI untuk memeriksa skandal pengaturan skor sepak bola Indonesia di semua level. Penggeledahan untuk mencari alat bukti terkait prosedur penyelenggaraan pertandingan, mulai dari legalitas, sampai prosedur penunjukan wasit atau perangkat pertandingan lainnya.

"Semuanya terkait pengaturan skor Liga 3, 2, 1 di dua daerah tersebut akan dilakukan penggeledahan," tuturnya.

Dokumen-dokumen yang disita dari operasi ini nantinya akan dikonfrontasi dengan saksi-saksi terkait kasus pengaturan skor. Tak menutup kemungkinan, polisi akan kembali memanggil Joko Driyono sesudah penggeledahan ini.

"Akan berkembang dari hasil analisa penggeledahan ini dulu. Alat bukti semua akan diaudit, akan diasesmen juga akan digelarkan. Perlu panggil saksi hebat dalam rangka akan menciptakan terang, juga sekalian konfirmasi barbuk yang disita, tidak menutup kemungkinan nanti akan dikembangkan kembali," ucap Dedi.

Sumber: https://m.merdeka.com/ucnews/peristiwa/usai-penggeledahan-kantor-pssi-polisi-akan-kembali-panggil-djoko-driyono.html?uc_news_item_id=272571237212184&uc_news_app=browser_iflow&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=272571237212184&platform=More&ws_short=2Z6cPqq1IeEK

Kamis, 10 Januari 2019

Inilah Mengejutkan! Persib Sanggup Surat Pemberitahuan Dari Pssi Bernomor 318/Agb/28/I-2019, Isinya

Persib Bandung akan melakoni leg ke-2 lawan Persiwa Wamena pada tanggal 04-02-2019, di Stadion GBLA bandung.

Ref pihak ketiga

Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) itu terasa spesial. Pasalnya, Persib akan bermain di sangkar sendiri juga bermain dengan full team, selain itu hal istimewa lainnya ialah sebab akan ada tamu kehormatan yakni hadirnya instruktur Timnas Indonesia, Simon McMenemy.

Seperti dilansir indosport.com, Rabu (30/01/2019), Kepastian tersebut diumumkan oleh Persib Bandung di laman resminya, menurut surat pemberitahuan dari PSSI bernomor 318/AGB/28/I-2019 yang telah diterima PT Persib Bandung Bermartaba (PBB), pada tangga 24 Januari 2019.

"Dengan ini diinformasikan bahwa instruktur Tim Nasional Senior Pria, Simon McMenemy berencana untuk memantau eksklusif beberapa pertandingan Piala Indonesia."

"Dimohonkan kepada tuan rumah semoga memperlihatkan alokasi yang layak untuk memantau eksklusif di Stadion pada pertandingan tersebut di atas,” demikian suara surat bertanda tangan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha tersebut. 

Tentu dengan hadirnya sosok instruktur gres Timnas senior putra ini, akan menciptakan pertandingan terasa istimewa, semua pemain khususnya pemain lokal di pastikan akan bermain dengan mengeluarkan segenap kemampuannya yang berakhir pada pertandingan yang menarik untuk di saksikan.

Hadirnya Simon McMenemy pada pertandingan ini tentu untuk memantau kualitas para pemain yang bertanding dengan tujuan tentunya untuk dimasukan daftar pemain yang akan di panggil timas.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/868736450329172?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.10.1159&sver=inapppatch5&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-02-01_11.01.15&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=56600d95-aca4-4657-afd7-addbd2ffa1c0&ucnews_rt=kUser2Item&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=868736450329172&platform=More&ws_short=7wsUek1CWNGD

Selasa, 08 Januari 2019

Inilah Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar Murka Besar Atas Ucapan Yang Di Lontarkan Gusti Randa

Seperti yang dilansir dari lampung.tribunnews.com Kamis 31/01/2019, Manajer dari Persib Bandung, Umuh Muchtar menanggapi kabar peninjauan ulang eksekusi untuk Persib Bandung yang diungkapkan oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa.

Ref pihak ketiga

Umuh Muchtar menyampaikan tidak terlalu kaget dengan kabar yang diungkapkan oleh Gusti Randa. Ia justru mengaku sangat murka dan menyarankan supaya Gusti Randa tidak terlalu mencari perhatian publik.

Umuh Muchtar juga meminta kepada Satgas Anti Mafia Bola untuk mengusut Komdis PSSI terutama soal eksekusi pada Persib Bandung.

"Periksa dulu, pasal berapa yang digunakan untuk menghukum Persib, Segala urusan PSSI harus segera diselesaikan sebelum Liga 1 2019 dimulai." Ucap Umuh Muchtar.

Federasi sepak bola Indonesia, akan mempertimbangkan beberapa hukuman dari Komdis atas eksekusi yang diberikan pada Persib Bandung di isu terkini 2018.

"Putusan-putusan yang telah dijatuhkan Komdis akan ditinjau kembali, Ada beberapa keputusan Komdis yang akan kami tinjau ulang, contohnya Persib," Ucap Gusti Randa.

Perlu diketahui, Persib Bandung pada ketika itu dijatuhi hukuman, dengan dilarangnya Bobotoh menemani skuat Persib ketika menjalani pertandingan di tempat netral hingga final kompetisi isu terkini 2018. Dan Selain itu, Bobotoh juga tidak boleh mendampingi Persib ketika melakoni sabung sangkar hingga separuh isu terkini kompetisi Liga 1 2019.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/651428022080688?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=&item_type=201&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=1&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.10.1159&sver=inapppatch5&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-02-01_11.01.15&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=56600d95-aca4-4657-afd7-addbd2ffa1c0&ucnews_rt=kUser2Item&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=651428022080688&platform=More&ws_short=6yCytlGM9th3

Sabtu, 05 Januari 2019

Inilah Peraturan Terselubung Fifa Soal Jaimerson Dan Beto Bela Persija Di Liga Champions

Klub sepak bola Indonesia, Persija Jakarta gres saja meminjam dua bintang Madura United, yaitu Jaimerson dan Beto Goncalves jelang kualifikasi babak pertama Liga Champions Asia.

Ref pihak ketiga

Peminjaman yang terbilang mengejutkan sebagian besar para pecinta sepak bola ini memang bertujuan untuk membantu Persija Jakarta di kualifikasi Liga Champions Asia yang tinggal beberapa hari lagi.

Persija Jakarta akan bertamu ke markas Home United pada Selasa (05/02/19) pekan depan. Oleh alasannya itu, Madura United pun berbaik hati untuk membantu juara bertahan Liga 1 2018 itu.

"Hari ini kita pastikan bahwa kedua pemain itu kita pinjamkan secara nrimo untuk kepentingan negara," ujar Haruna dalam video unggahan akun Instagram resmi Madura United.

Dengan pernyataan Manajer Madura United itu, terang bahwa Jaimerson dan Beto dipinjamkan ke Persija untuk membela klub ibu kota di kualifikasi Liga Champions Asia.

Hal inilah yang menciptakan resah para pecinta sepak bola Indonesia, pasalnya Persija sebelumnya tidak sanggup memainkan para pemain anyarnya alasannya bursa transfer Liga 1 belum resmi dibuka berdasarkan FIFA.

Lantas, apa yang menciptakan Jaimerson dan Beto yang gres dipinjam dari Madura United sanggup dimainkan Persija di Liga Champions Asia?

1. Jaimerson dan Beto Goncalves ke Persija Jakarta

Jaimerson dan Beto Goncalves merupakan pemain anyar Madura United untuk kompetisi Liga 1 2019 yang rencananya dimulai pada awal Mei mendatang. Jaimerson didatangkan Madura United dari Persija Jakarta usai menjuarai Liga 1 2018 bersama klub ibu kota.

Sementara Beto Goncalves menjadi salah satu pemain berlabel Timnas Indonesia yang didatangkan Madura United di bursa transfer Liga 1 dari Sriwijaya FC yang terdegradasi ke Liga 2.

Dengan klarifikasi di atas, terang sekali bahwa Jaimerson dan Beto merupakan pemain anyar untuk Madura United yang baru-baru ini resmi merapat ke Persija dengan status peminjaman.

Jaimerson didatangkan kembali ke Persija bersama Beto Goncalves yang sama-sama merupakan pemain anyar Madura United untuk membantu Macan Kemayoran di kualifikasi Liga Champions Asia.

Apakah benar mereka sanggup dimainkan Persija Jakarta untuk Liga Champions Asia? Padahal sebelumnya Persija tidak sanggup memainkan pemain anyar mereka. Berikut INDOSPORT bantu jawab.

2. Peraturan FIFA untuk Peminjaman Jaimerson dan Beto ke Persija

Sebelumnya, Persija Jakarta terkena hambatan ITC, yang menciptakan mereka tidak diperbolehkan memainkan empat pemain anyar mereka di kualifikasi Liga Champions Asia.

Dikarenakan keempat pemain tersebut belum mengantongi International Transfer Certificate (ITC) yang memang diperuntukkan pemain absurd anyar di sebuah klub baru.

Namun, gotong royong FIFA mempunyai peraturan yang jarang diketahui soal ITC yang jadi hambatan Persija Jakarta jelang Liga Champions Asia.

Tertuang dalam Regulations on the Status and Transfer of Players, FIFA juga menjelaskan apa itu gotong royong ITC dan bagaimana mendapatkannya, berikut penjelasannya:

"Para pemain yang telah terdaftar di satu asosiasi hanya sanggup didaftarkan di asosiasi yang gres sesudah mendapat ITC dari asosiasi sebelumnya,"

Lalu bagaimana mendapatkannya untuk klub yang mempunyai pemain absurd baru? berikut penjelasannya dari FIFA.

"Semua persyaratan untuk mendaftarkan seorang pemain profesional harus diajukan oleh klub gres ke asosiasi gres dalam periode yang telah ditentukan oleh FIFA. Seorang profesional tidak boleh memainkan pertandingan resmi untuk klub barunya sampai ITC dari asosiasi sebelumnya dikeluarkan dan diterima oleh asosiasi yang baru,"

Dari pengertian dan bagaimana mendapat ITC berdasarkan peraturan transfer FIFA di atas, terlihat terang bahwa akta itu gotong royong diharapkan jikalau pemain pindah ke klub gres yang negara berbeda dari demam isu sebelumnya. Atau sanggup disebut ITC diharuskan jikalau asosiasi atau federasi juga berganti ketika pindah klub.

Hal tersebutlah yang menciptakan Jaimerson dan Beto Goncalves sanggup dimainkan Persija Jakarta di Liga Champions alasannya mereka demam isu sebelumnya bermain di sepak bola Indonesia dan di bawah naungan PSSI.

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3549894146589366?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=Indosport&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.10.1159&sver=inapppatch5&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-02-01_11.01.15&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=56600d95-aca4-4657-afd7-addbd2ffa1c0&ucnews_rt=kTagCollect&comment_count=17&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=3549894146589366&platform=More&ws_short=00PJUovcUwlT

Jumat, 04 Januari 2019

Inilah Ketua Rt Sebut Kantor Pssi Sudah Kosong Ketika Digeledah

Proses penggeledahan kantor usang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berlokasi di Jalan Kemang Timur V no 5, Jakarta Selatan, masih terus berlangsung.

Ref pihak ketiga

Namun Ketua RT 02 RW 02 Zakaria, yang turut masuk melihat penggeledahan tersebut keluar lebih awal, menyampaikan kantor tersebut  sudah kosong.

“Cuma barang-barang saja kok. Kayak kardus-kardus,” ujar Zakaria ketika ditemui di lokasi, pada Rabu (30/1/2019).

Ia menambahkan, kantor tersebut memang sempat dikontrak oleh PSSI. Namun ia tidak mengetahui semenjak kapan kantor tersebut kosong dan tak lagi berpenghuni. Sebab katanya, belum ada pihak PSSI yang menyampaikan jikalau mereka pindah atau tidak.

“Gak tahu saya juga kapan pindahnya, tanya keamanan juga gak tahu katanya tahu-tahu kosong,” imbuhnya.

Menurutnya, dikala akan  menghuni bangunan rumah di daerah Kemang ini, pihak PSSI telah berkoordinasi dengan dirinya. Menurutnya, PSSI sudah mengontrak di sana semenjak setahun lalu.

“Koordinasi waktu dulu pas mau pindah disini ya kasih tau, nah pas pindahnya engga. Mungkin belum,” jelasnya.

Seperti kantor pada umumnya, ketika masih ada kegiatan normal di kantor berkelir abu-abu ini pun suasana di sana ramai. Zakaria mengungkapkan tidak ada kegiatan yang menonjol di sana.

“Ya biasa biasa aja. Rame dah penuh kantornya itu,” pungkas Zakaria.

Sebelumnya diketahui, penggeledahan dilakukan oleh tim Satgas Anti Mafia Bola terkait laporan dari mantan menejer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Penggeledahan di kantor usang PSSI ini sudah berlangsung semenjak pukul 12.15 WIB lalu. (cw2/tri)

Sumber: https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2695493998736255?channel_id=103&host=https:%2F%2Fidstory.ucnews.ucweb.com&list_article_from=Poskotanews&item_type=0&content_type=0&cluster=iflow_server_indonesian&no_title=0&media_type=0&app=browser_homepage&uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvpfmtch&ver=12.9.10.1159&sver=inapppatch5&demote_type=normal&adapter=&grab_time=2019-02-01_11.01.15&lang=indonesian&comment_stat=1&comment_type=0&reco_id=56600d95-aca4-4657-afd7-addbd2ffa1c0&ucnews_rt=kRealtimeContent&comment_count=4&entry=browser&entry1=shareback&entry2=widget_More&shareid=bTkwBAVvkNCc7p5%2Ft8NOjWK02Hz2%2F%2FL742jEVhjVbvS6BA%3D%3D&item_id=2695493998736255&platform=More&ws_short=3XlQ3qTr05Ja
 
close
Banner iklan   disini